Modul 4 Elektronika
MODUL 4
Kontrol Ruangan Labor
1. Pendahuluan[Kembali]
Laboratorium adalah tempat yang vital untuk kegiatan penelitian dan praktikum, namun juga memiliki potensi risiko kecelakaan yang tinggi, terutama bahaya kebakaran dan ketidakstabilan suhu yang dapat merusak peralatan sensitif. Pengawasan secara manual oleh manusia seringkali memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan respons dan ketersediaan waktu 24 jam.
Dalam dunia elektronika, sistem otomatisasi tidak selalu harus bergantung pada pemrograman komputer yang rumit (seperti mikrokontroler). Prinsip-prinsip elektronika analog menggunakan komponen dasar seperti Operational Amplifier (Op-Amp) mampu menciptakan sistem kendali yang responsif, murah, dan handal.
Pada praktikum modul Kontrol Ruangan Labor ini, dirancang sebuah prototipe sistem keamanan dan kontrol lingkungan otomatis. Alat ini berfokus pada dua fungsi utama: pendeteksi kebakaran dini dan pengaturan suhu. Sistem ini memanfaatkan sensor api (flame sensor) untuk mendeteksi bahaya kebakaran yang kemudian secara otomatis mengaktifkan sistem pemadaman (sprinkler air), serta menggunakan elemen pemanas (heater) dan pendingin (fan) untuk mensimulasikan kontrol kondisi ruangan.
Melalui percobaan ini, diharapkan dapat dipahami bagaimana logika komparator tegangan pada rangkaian analog dapat bekerja sebagai "otak" untuk mengambil keputusan otomatis dalam menjaga keamanan ruangan laboratorium.
2. Tujuan[Kembali]
Tujuan dari pembuatan kontrol ruangan labor ini adalah sebagai berikut.
- Merancang sistem kontrol ruangan labor berbasis analog yang mampu mendeteksi keberadaan api dan mengaktifkan mekanisme pemadam otomatis serta pendingin dan penghangat ruangan dalam bentuk nyata.
- Meningkatkan pemahaman tentang penerapan komponen Op-Amp, sensor analog, dan sistem kontrol otomatis sederhana dalam bidang elektronika.
- Menunjukkan penerapan teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk meningkatkan standar keselamatan kerja dan meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan laboratorium.
- Meningkatkan kemampuan praktis dalam perancangan skema, perakitan komponen, dan pengujian rangkaian elektronika yang melibatkan sensor proteksi dan aktuator bertegangan tinggi.
3. Alat dan Bahan [Kembali]
Alat
Berfungsi sebagai papan sirkuit sementara untuk merangkai dan menguji koneksi antar komponen (Op-Amp, sensor, resistor) tanpa perlu melakukan penyolderan, sehingga memudahkan perbaikan jika terjadi kesalahan jalur.
Berfungsi untuk menyuplai tegangan arus searah (DC) yang stabil khusus untuk menghidupkan komponen kontrol logika tegangan rendah, seperti IC Op-Amp TL082, sensor api, dan coil pada relay.
Bertugas menyediakan sumber daya listrik dengan tegangan yang lebih tinggi untuk menggerakkan beban aktuator yang membutuhkan daya besar, seperti pompa air motor DC dan elemen pemanas (heater).
Digunakan sebagai jalur penghubung elektris yang fleksibel untuk menyambungkan kaki-kaki komponen di atas breadboard serta mendistribusikan sinyal tegangan dari power supply ke seluruh rangkaian.
Bahan
TL082CP merupakan IC penguat operasional (Op-Amp) berjenis Dual JFET-Input yang populer dan serbaguna. Keunggulan utama TL082 adalah memiliki dua (ganda) penguat operasional independen di dalam satu paket 8-pin DIP, menjadikannya pilihan yang sangat efisien untuk sistem kontrol multi-sensor (seperti kontrol suhu dan api). Berkat teknologi JFET pada inputnya, IC ini menawarkan impedansi input yang sangat tinggi dan laju perubahan tegangan output (slew rate) yang cepat, memastikan sinyal respons yang lebih akurat dan cepat dalam aplikasi komparator. TL082CP dapat bekerja dengan catu daya tunggal maupun ganda. Dalam aplikasi kontrol ruangan labor ini, kedua saluran Op-Amp pada TL082CP dimanfaatkan sebagai komparator tegangan untuk membandingkan sinyal sensor (LM35 dan Flame Sensor) dengan tegangan referensi, sebelum sinyal keluaran memicu basis transistor driver.
Konfigurasi Pin TL082CP
Pin TL082CP diatur untuk mengakomodasi dua Op-Amp (Op-Amp 1 dan Op-Amp 2) dalam satu paket 8-pin:
Pin 1: Output 1, Pin keluaran dari Op-Amp pertama.
Pin 2: Input Inverting 1 (-), Pin input pembalik dari Op-Amp 1.
Pin 3: Input Non-Inverting 1 (+), Pin input non-pembalik dari Op-Amp 1.
Pin 4: V- / VEE, Dihubungkan ke tegangan negatif catu daya atau ke Ground (0V) pada sistem single supply.
Pin 5: Input Non-Inverting 2 (+), Pin input non-pembalik dari Op-Amp 2.
Pin 6: Input Inverting 2 (-), Pin input pembalik dari Op-Amp 2.
Pin 7: Output 2, Pin keluaran dari Op-Amp kedua.
Pin 8: Vcc+, Pin input tegangan positif. Dihubungkan ke terminal positif (+) dari catu daya (misalnya +5V atau +12V).
Cara Kerja TL082CP (Sebagai Komparator)
TL082CP memiliki tipe input JFET yang memberikannya impedansi input tinggi dan respons yang cepat (slew rate tinggi), sangat baik untuk fungsi komparator pada sistem keselamatan.
Perbandingan Tegangan: IC ini membandingkan besaran tegangan yang masuk pada Input Non-Inverting (+) dengan tegangan pada Input Inverting (−) untuk masing-masing Op-Amp (1 dan 2).
Output HIGH (Saturasi Positif): Ketika tegangan pada Input Non-Inverting (+) lebih tinggi daripada tegangan pada Input Inverting (−), maka output pada pin keluaran (Pin 1 atau Pin 7) akan menjadi HIGH (tegangan naik mendekati Vcc positif).
Output LOW (Saturasi Negatif): Ketika tegangan pada Input Inverting (−) lebih tinggi daripada tegangan pada Input Non-Inverting (+), maka output pada pin keluaran akan menjadi LOW (tegangan turun mendekati Ground/V-).
Output Push-Pull: Sama seperti LM741, TL082CP memiliki tipe output Push-Pull. Artinya, IC ini dapat secara aktif mengalirkan tegangan HIGH atau menariknya ke LOW tanpa memerlukan resistor pull-up, membuatnya sangat cocok untuk memicu basis transistor driver.
Transistor D882 , juga dikenal sebagai 2SD882, adalah transistor sambungan bipolar (BJT) NPN berdaya sedang yang umum digunakan dalam aplikasi amplifikasi dan switching untuk keperluan umum. Transistor ini dirancang dengan teknologi planar, menawarkan kinerja yang andal dan kemampuan penanganan arus yang moderat. Transistor ini memiliki tiga lapisan material semikonduktor dengan tiga terminal—emitor, basis, dan kolektor. Transistor ini memberikan amplifikasi arus yang efisien dengan rentang penguatan antara 60 dan 400, sehingga cocok untuk sirkuit berdaya rendah. Selain itu, D882 dapat dipasang pada heatsink melalui lubang sekrup pada paket SOT-32-nya, sehingga meningkatkan pembuangan panasnya selama operasi.
Spesifikasi:
Karakteristik:
Cara kerja relay adalah ketika kumparan elektromagnetik yang ada di dalamnya terdapat sebuah feromagnetis yang mendapatkan aliran listrik. Dengan demikian secara otomatis akan muncul sebuah medan magnet yang sifatnya sementara namun selalu ada.
Yang mana magnet tersebut akan menarik tuas armature sehingga dapat merubah posisi dari kontak switch yang awalnya dari NC (Normally Closed) berubah menjadi NO ( Normally Open).
NO (Normally Open) adalah sebuah kondisi yang mana relay belum mendapatkan adanya tekanan dan tuas berada di posisi normal. Sedangkan NC ( Normally Closed) adalah kondisi dimana relay sudah mendapatkan adanya tegangan dengan posisi tuas menarik dan kontak tertutup.
Cahaya pada LED dihasilkan dari proses rekombinasi elektron dan hole (lubang) pada persambungan P-N (P-N Junction) saat arus listrik mengalir dari Anoda (+) ke Katoda (-). Proses perpindahan elektron ini melepaskan energi dalam bentuk foton (cahaya). LED hanya akan menyala jika diberi bias maju, dan akan mati (bersifat memblokir arus) jika diberi bias terbalik (reverse bias).
Karakteristik Teknis:
Tegangan Kerja (Forward Voltage): Berkisar antara 1.8V hingga 3.3V, tergantung pada warna cahaya yang dihasilkan (Merah biasanya tegangan terendah, Biru/Putih tertinggi).
Arus Kerja: Umumnya beroperasi optimal pada arus 10mA – 20mA.
Proteksi: Wajib dipasang seri dengan Resistor pembatas arus untuk mencegah kerusakan akibat arus berlebih (over-current).
Berfungsi sebagai aktuator pendingin aktif (active cooling) untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam maket. Dalam simulasi sistem kontrol ruangan, kipas ini merepresentasikan unit pendingin udara (AC) atau exhaust yang bertugas menurunkan suhu ruangan saat dideteksi kondisi panas berlebih, serta mencegah komponen elektronika mengalami overheat.
j. DC to DC Converter
4. Dasar Teori [Kembali]
a. Sensor LM35
- Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.
- Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 º.
- Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC.
- Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.
- Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.
- Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.
- Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA.
- Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.
- Kalibrasi dalam satuan derajat celcius.
- Lineritas +10 mV/ º C.
- Arus yang mengalir kurang dari 60 μA
- Dioperasikan pada catu daya 4 V – 30 V.
- Range +2 º C – 150 º C.
- Akurasi 0,5 º C pada suhu ruang.
- Suhu lingkungan di deteksi menggunakan bagian IC yang peka terhadap suhu
Berfungsi mendeteksi keberadaan nyala api dengan cara menangkap gelombang cahaya inframerah (IR) pada spektrum 760nm-1100nm yang dipancarkan oleh api. Saat terjadi kebakaran, sensor ini mengalami penurunan resistansi drastis dan mengirimkan sinyal pemicu ke rangkaian kontrol untuk segera mengaktifkan pompa air dan sprinkler.
Voltage Buffer
Rangkaian voltage buffer berfungsi untuk mengisolasi sinyal input dari beban, menggunakan tahap penguat dengan penguatan tegangan satu (unity gain), tanpa pembalikan fasa atau polaritas, dan bertindak sebagai rangkaian ideal dengan impedansi input sangat tinggi serta impedansi output sangat rendah. Dalam konfigurasi ini, tegangan keluar (vo) sama dengan tegangan masuk (vi), yaitu
Gambar diatas menunjukkan bahwa satu sinyal input dapat dibagi ke dua output yang terpisah. Keuntungan dari konfigurasi ini adalah beban pada salah satu output tidak memengaruhi output lainnya, karena masing-masing output telah dibuffer (diisolasi). Dengan kata lain, setiap output bekerja secara independen, sehingga tidak saling mengganggu meskipun terhubung ke beban yang berbeda.
Penggunaan buffer amplifier
Bentuk Gelombang V input dan V output :






.png)
%20+.png)
%20-.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar