Prosedur Percobaan Elektronika
1. Persiapan Alat dan Komponen Sebelum memulai perakitan, pastikan seluruh komponen berikut tersedia di meja kerja:
Sensor Suhu LM35 (2 buah)
Sensor Api (Flame Sensor)
IC Op-Amp TL082CP (3 buah) (Satu chip sudah berisi 2 Op-Amp untuk Suhu & Api)
Transistor NPN 2N2222A (3 buah)
Relay 5V (3 buah)
Potensiometer/Trimpot 10kΩ (2 buah)
Resistor (1kΩ untuk basis transistor, dan resistor pelengkap lainnya)
LED Indikator
Aktuator: Kipas (Fan) 5V dan Motor Pompa Air 12V (+ Sprinkler)
Sumber Daya: Power Supply 5V (untuk rangkaian kontrol) dan Adapter 12V (untuk pompa)
Breadboard dan Kabel Jumper secukupnya
Multimeter untuk kalibrasi dan pengukuran
2. Tahapan Perakitan Rangkaian Kontrol Suhu (Menggunakan Op-Amp A pada TL082)
Power Supply IC: Hubungkan Pin 8 IC TL082 ke +5V dan Pin 4 ke Ground. (Langkah ini wajib dilakukan pertama kali untuk menghidupkan seluruh chip).
Pemasangan Sensor LM35: Hubungkan pin Vcc LM35 ke +5V, pin GND ke Ground, dan pin Vout (Output tegangan) ke kaki input Non-Inverting 1 (+) pada TL082 (Pin 3).
Setting Referensi (Trimpot 1): Pasang Trimpot 10kΩ pertama pada jalur +5V dan Ground. Hubungkan kaki tengah (wiper) trimpot ke kaki input Inverting 1 (-) pada TL082 (Pin 2).
Driver Output: Hubungkan kaki Output 1 pada TL082 (Pin 1) ke resistor 1kΩ, lalu menuju kaki Basis Transistor 2N2222A pertama.
Pemasangan Relay Kipas:
Hubungkan kaki Kolektor transistor ke salah satu kaki koil Relay 5V.
Hubungkan kaki koil relay lainnya ke +5V.
Pasang Dioda secara reverse bias paralel dengan koil relay sebagai pengaman arus balik.
Hubungkan kontak NO (Normally Open) relay ke Kipas (Fan) dengan sumber daya yang sesuai.
3. Tahapan Perakitan Rangkaian Proteksi Kebakaran (Menggunakan Op-Amp B pada TL082)
Pemasangan Flame Sensor: Hubungkan Vcc ke +5V dan GND ke Ground. Hubungkan pin Analog Output (A0) sensor ke kaki input Inverting 2 (-) pada TL082 (Pin 6). (Catatan: Konfigurasi ini berasumsi sensor bersifat active-low).
Setting Sensitivitas (Trimpot 2): Pasang Trimpot kedua. Hubungkan kaki tengahnya ke kaki input Non-Inverting 2 (+) pada TL082 (Pin 5) sebagai tegangan referensi pembanding.
Driver Output: Hubungkan kaki Output 2 pada TL082 (Pin 7) menuju kaki Basis Transistor 2N2222A kedua melalui resistor.
Pemasangan Relay Pompa:
Hubungkan kaki Kolektor transistor kedua ke koil Relay kedua.
Hubungkan kontak NO (Normally Open) relay ke Motor Pompa Air dan sumber daya 12V.
Pastikan selang dan Sprinkler terpasang dengan benar pada output pompa.
4. Pemeriksaan Awal
Cek Power IC: Pastikan Pin 8 (+5V) dan Pin 4 (Ground) pada TL082 terhubung dengan benar. Terbalik polaritas dapat merusak IC seketika.
Common Ground: Pastikan Ground dari Power Supply 5V dan Adapter 12V terhubung menjadi satu (Common Ground) agar referensi tegangan sama.
Cek Sensor: Nyalakan catu daya. Gunakan multimeter untuk mengukur tegangan pada kaki output sensor LM35 (sekitar 0.2V - 0.3V pada suhu ruangan).
5. Pengujian Sistem
A. Pengujian Kontrol Suhu (Op-Amp A):
Dekatkan sumber panas (seperti ujung solder atau korek api berjarak aman) ke sensor LM35.
Amati apakah Kipas (Fan) menyala saat suhu naik melewati batas yang diatur Trimpot 1.
Jauhkan sumber panas dan pastikan kipas mati kembali saat suhu turun.
B. Pengujian Proteksi Kebakaran (Op-Amp B):
Nyalakan korek api di depan Flame Sensor (simulasi api).
Perhatikan respons sistem: LED indikator harus menyala dan Relay kedua harus berbunyi "klik" untuk mengaktifkan Pompa Air.
Pastikan air dapat keluar melalui Sprinkler (lakukan simulasi ini dengan hati-hati menggunakan wadah penampung air).
C. Kalibrasi:
Putar masing-masing Trimpot secara perlahan untuk mendapatkan sensitivitas yang tepat (agar kipas tidak menyala sendiri saat suhu normal, dan pompa tidak menyala hanya karena cahaya lampu ruangan).
Komentar
Posting Komentar