Tugas Pendahuluan
TUGAS PENDAHULUAN
MODUL IV : RLC SERI DAN RLC PARALEL
Jawab:
A. RLC seri
Komponen:
- Resistor (R): Berfungsi memberikan hambatan terhadap aliran listrik dalam rangkaian.
- Induktor (L): Menyimpan energi dalam bentuk medan magnet saat dialiri arus listrik.
- Kapasitor (C): Menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.
Prinsip Kerja RLC Seri:
- Saat rangkaian RLC seri dihubungkan ke sumber tegangan AC, arus listrik yang mengalir akan berfluktuasi sesuai dengan frekuensi dari sumber tersebut.
- Resistor menahan arus listrik dengan hambatan yang nilainya tetap.
- Induktor menciptakan impedansi yang semakin besar seiring bertambahnya frekuensi, karena perubahan medan magnetik yang makin cepat memperbesar hambatan terhadap perubahan arus.
- Kapasitor memberikan impedansi yang justru menurun ketika frekuensi bertambah, sebab pada frekuensi tinggi kapasitor lebih cepat mengisi dan melepaskan muatan, sehingga hambatan terhadap perubahan arus berkurang
B. RLC Paralel:
Komponen:
- Resistor (R): Memberikan hambatan tetap terhadap arus listrik.
- Induktor (L): Menyediakan impedansi yang nilainya tergantung pada frekuensi arus AC.
- Kapasitor (C): Menyediakan impedansi yang juga bergantung pada frekuensi arus AC.
Prinsip Kerja RLC Paralel:
- Ketika rangkaian RLC paralel dihubungkan ke sumber tegangan AC, arus akan memilih jalur dengan impedansi terendah pada frekuensi tertentu.
- Resistor tetap memberikan jalur aliran arus dengan hambatan konstan.
- Ketika Impedansi induktor bertambah seiring kenaikan frekuensi; semakin tinggi frekuensi, semakin besar impedansinya.
- Sebaliknya, impedansi kapasitor menurun saat frekuensi meningkat; semakin cepat perubahan tegangan, semakin kecil hambatannya.
- Secara umum, perubahan impedansi pada induktor dan kapasitor saling berlawanan: induktor bertambah dengan frekuensi, sedangkan kapasitor berkurang.
2. Jelaskan pengaruh harga reaktansi kapasitif terhadap sudut phasa dengan resistansi
yang konstan!
Jika nilai Xc menurun
Ketika nilai Xc menurun, sudut fasa akan membesar. Ini menunjukkan bahwa arus
3. Jelaskan apa itu resonansi dan frekuensi resonansi serta kenapa terjadi peristiwa
4. Jelaskan hubungan antara resistansi, kapasitansi, induktansi dan impedansi pada
5. Pada rangkaian RLC seri, XL = 40 , XC = 70 dan R = 40 . Hitung reaktansi (X) dan
Jawab:
Sudut fasa adalah perbedaan sudut antara arus dan tegangan dalam suatu rangkaian. Adapun pengaruh nilai Xc terhadap sudut fasa ketika R tetap:
Jika nilai Xc meningkat
Ketika nilai Xc bertambah besar, sudut fasa akan mengecil. Artinya, arus dan tegangan
Jika nilai Xc meningkat
Ketika nilai Xc bertambah besar, sudut fasa akan mengecil. Artinya, arus dan tegangan
pada kapasitor menjadi lebih seirama atau lebih sinkron dalam waktu.
Jika nilai Xc menurun
Ketika nilai Xc menurun, sudut fasa akan membesar. Ini menunjukkan bahwa arus
menjadi semakin tertinggal dibandingkan tegangan, sehingga sinkronisasi antara arus
dan tegangan menjadi lebih buruk.
3. Jelaskan apa itu resonansi dan frekuensi resonansi serta kenapa terjadi peristiwa
resonansi, serta Jelaskan bagaimana perubahan frekuensi mempengaruhi impedansi dan
arus di rangkaian RLC seri!
Jawab:
frekuensi resonansi adalah frekuensi di mana suatu sistem, seperti rangkaian RLC seri,
memberikan respons maksimum. Dalam rangkaian RLC seri, resonansi terjadi saat
impedansi total menjadi minimum dan arus mencapai nilai maksimumnya. Ini terjadi
karena reaktansi induktor (XL) dan reaktansi kapasitor (XC) saling meniadakan.
Frekuensi resonansi dapat dihitung dengan rumus:
kapasitif menjadi seimbang sehingga hanya resistansi murni yang tersisa dalam
rangkaian. Akibatnya, arus yang mengalir menjadi maksimum.
Pengaruh perubahan frekuensi terhadap impedansi dan arus dalam rangkaian RLC seri:
A. Impedansi:
Pengaruh perubahan frekuensi terhadap impedansi dan arus dalam rangkaian RLC seri:
A. Impedansi:
Saat frekuensi berubah, impedansi total rangkaian ikut berubah. Di bawah frekuensi
resonansi, reaktansi induktif (XL) lebih besar, sehingga sifat rangkaian cenderung
induktif. Sebaliknya, di atas frekuensi resonansi, reaktansi kapasitif (XC) mendominasi,
dan rangkaian bersifat kapasitif. Pada frekuensi resonansi XL = XC, sehingga impedansi
hanya sebesar resistansi R.
B. Arus:
Perubahan frekuensi juga mempengaruhi besar dan fase arus. Di bawah frekuensi
B. Arus:
Perubahan frekuensi juga mempengaruhi besar dan fase arus. Di bawah frekuensi
resonansi, arus tertinggal (lagging) terhadap tegangan karena sifat induktif. Di atas
frekuensi resonansi, arus mendahului (leading) tegangan karena sifat kapasitif. Pada saat
resonansi, arus mencapai nilai maksimum karena impedansi minimum, dan arus sefase
dengan tegangan (tidak ada pergeseran fase).
4. Jelaskan hubungan antara resistansi, kapasitansi, induktansi dan impedansi pada
rangkaian RLC seri dan RLC paralel!
Jawab:
Dalam rangkaian RLC seri, resistor (R), kapasitor (C), dan induktor (L) dihubungkan
secara berurutan. Resistor mewakili hambatan terhadap arus listrik, kapasitor berfungsi
menyimpan energi dalam bentuk muatan listrik, sedangkan induktor menyimpan energi
dalam bentuk medan magnet. Ketiga elemen ini bersama-sama menentukan impedansi
total rangkaian seri, yaitu hambatan efektif yang dialami arus listrik.
Impedansi total dirumuskan sebagai:
XC = reaktansi capasitif
Sementara itu, pada rangkaian RLC paralel, komponen-komponen dihubungkan secara
Impedansi total dirumuskan sebagai:
![]()

XC = reaktansi capasitif
Sementara itu, pada rangkaian RLC paralel, komponen-komponen dihubungkan secara
5. Pada rangkaian RLC seri, XL = 40 , XC = 70 dan R = 40 . Hitung reaktansi (X) dan
impedansi (Z) dari rangkaian.
Jawab:
Langkah 1 : Hitung Reaktansi total (X)
X = XC – XL
= 70 - 40
= 30 Ω
Langkah 2 :
Z =
=
=
= 50 Ω
Jadi nilai reaktansi total (X) adalah 30 Ω
Dan nilai Impedansi (Z) adalah 50 Ω



Komentar
Posting Komentar